Jakarta, 13 Maret 2026 – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok militan Lebanon, Hezbollah, meluncurkan salah satu serangan terbesar ke wilayah utara Israel dalam 24 jam terakhir. Menurut klaim resmi Hezbollah, sekitar 200 roket dan 20 drone ditembakkan ke berbagai wilayah Israel pada 11–12 Maret 2026.
![]() |
| Serangan roket Hezbollah ke wilayah utara Israel yang memicu sirene darurat di Galilee dan Haifa |
Serangan ini memicu sirene peringatan di berbagai kota di wilayah Galilee dan Haifa, memaksa ratusan ribu warga Israel berlindung di bunker dan tempat perlindungan darurat.
Serangan Terbesar dalam Eskalasi Terbaru
Hezbollah bahkan merilis rekaman video yang memperlihatkan peluncuran roket dan drone secara masif menuju wilayah Israel. Dalam video tersebut terlihat beberapa ledakan terjadi di area pemukiman serta infrastruktur sipil.
Pihak Israel menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Iron Dome berhasil mencegat sebagian besar proyektil yang masuk. Namun beberapa roket dilaporkan berhasil lolos dan menyebabkan kerusakan di beberapa lokasi.
Otoritas Israel melaporkan dua orang mengalami luka ringan akibat serangan tersebut.
Sirene Berbunyi di Banyak Kota
Sirene peringatan terdengar di berbagai kota di wilayah utara Israel, termasuk Haifa dan Galilee. Penduduk diminta segera masuk ke ruang perlindungan untuk menghindari risiko serangan lanjutan.
Situasi ini membuat ribuan warga di wilayah utara Israel dievakuasi sementara ke daerah yang dianggap lebih aman.
Ancaman Operasi Militer Lebih Luas
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa Israel siap memperluas operasi militer ke Lebanon jika pemerintah Lebanon tidak mengambil langkah untuk melucuti kelompok Hezbollah.
Sementara itu, pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas serangan Israel di wilayah Beirut serta bentuk dukungan terhadap Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.
Dampak Langsung ke Ekonomi dan Aktivitas Sipil
Eskalasi konflik ini langsung berdampak pada berbagai sektor di Israel, antara lain:
- Pasar saham Tel Aviv dibuka melemah, terutama sektor energi dan properti.
- Penerbangan sipil di bandara Haifa sempat ditunda sementara.
- Ribuan warga di wilayah utara dievakuasi sebagai langkah pencegahan.
Komunitas Internasional Serukan Gencatan Senjata
Sejumlah pihak internasional termasuk PBB dan Uni Eropa menyerukan gencatan senjata segera di perbatasan Israel dan Lebanon guna mencegah konflik berkembang menjadi perang skala besar.
Analis geopolitik memperingatkan bahwa serangan besar seperti ini berpotensi membuka front konflik baru di Timur Tengah, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Konflik Timur Tengah Semakin Memanas
Rekaman serangan yang beredar luas di media sosial seperti X, TikTok, dan YouTube membuat isu ini menjadi salah satu topik global paling banyak dibicarakan saat ini.
Banyak pengamat menilai situasi di perbatasan Lebanon-Israel kini berada di titik paling sensitif dalam beberapa tahun terakhir.
Dunia kini menunggu apakah eskalasi ini hanya akan menjadi konflik sementara atau justru berkembang menjadi krisis regional yang lebih besar.
Sumber: laporan media internasional dan pernyataan resmi militer Israel serta Hezbollah.

0 Komentar