![]() |
| Donald Trump mengkritik Ketua The Fed Jerome Powell dalam pidato di Tokyo, memicu spekulasi pergantian pimpinan bank sentral AS. |
Dalam pidatonya di Tokyo pada 28 Oktober 2025, Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam kepada Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. Trump menyebut bahwa Amerika Serikat memiliki kepala The Fed yang tidak kompeten dan menambahkan bahwa ia akan keluar dalam beberapa bulan.
Pernyataan ini langsung mengundang spekulasi luas di pasar keuangan apakah Trump benar-benar berniat mengganti Powell sebelum masa jabatannya berakhir?
Masa Jabatan Powell Masih Panjang
Secara resmi, masa jabatan Jerome Powell baru berakhir pada Mei 2026. Artinya, komentar Trump tersebut bukan sekadar kritik, melainkan bisa menjadi sinyal politik bahwa dirinya berencana mempercepat pergantian Ketua The Fed sesuatu yang tidak lazim secara hukum.
Presiden AS memang tidak dapat begitu saja memberhentikan Ketua The Fed kecuali ada pelanggaran berat (for cause). Namun, hubungan antara Trump dan Powell sudah lama tegang sejak periode pertama kepemimpinan Powell, terutama terkait kebijakan suku bunga.
Tekanan Politik Menjelang Tahun Pemilu
Pernyataan Trump muncul di tengah situasi ekonomi yang rumit. The Fed sedang mempertimbangkan penurunan suku bunga jangka pendek untuk kedua kalinya tahun ini, demi mengimbangi pelemahan pasar tenaga kerja.
Bagi banyak pengamat, komentar Trump bisa dibaca sebagai upaya politik untuk memengaruhi arah kebijakan moneter menjelang tahun pemilu. Trump kerap menilai kebijakan Powell terlalu lambat dan tidak pro-pertumbuhan ekonomi.
Reaksi Pasar dan Kekhawatiran Investor
Pasar keuangan bereaksi hati-hati terhadap komentar Trump. Beberapa analis menilai pernyataan tersebut bisa meningkatkan ketidakpastian di pasar, terutama bila muncul isu bahwa The Fed kehilangan independensinya.
Sementara itu, investor global mulai memantau kemungkinan pergantian pimpinan The Fed terutama jika Trump benar-benar menominasikan sosok yang lebih berpihak pada kebijakan ekspansif atau “pro-pasar”.
Kesimpulan
Pernyataan Trump soal Powell bukan hal baru, tapi kali ini terasa lebih serius. Jika benar ada rencana untuk mengganti Ketua The Fed sebelum masa jabatannya habis, hal itu bisa menjadi perubahan besar dalam dinamika kebijakan moneter AS.
Namun, selama belum ada langkah resmi dari Gedung Putih, pasar masih menunggu apakah ini hanya retorika politik Trump, atau awal dari gebrakan besar yang bisa mengguncang ekonomi global?

0 Komentar